Siang harinya, Raka dan Doni mengikuti kegiatan sekolah.
Mereka bercanda, mempersiapkan perlengkapan, dan sesekali mengambil foto bersama.
“Rak, nanti kalau kegiatan ini selesai, kita jalan-jalan lagi, yuk,” kata Doni.
“Boleh. Tapi jangan yang dekat-dekat terus,” jawab Raka sambil tertawa.
“Terus mau ke mana?”
“Yang penting seru.”
Mereka kembali tertawa.
Tidak ada yang menyangka bahwa percakapan sederhana itu akan menjadi percakapan terakhir mereka.
Sekitar pukul tiga sore, Doni menerima sebuah kabar.
Raka mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Doni langsung mencoba menghubungi Pak Rafa.
Panggilan pertama tidak terjawab.
Panggilan kedua juga tidak.
Hingga akhirnya Pak Rafa mengangkat telepon.
“Assalamualaikum, Doni. Ada apa?”
Suara Doni terdengar gemetar.
“Waalaikumsalam, Om Rafa…”
“Iya, Don?”
“Om… Raka kecelakaan.”
Pak Rafa terdiam.
“Apa?”
“Raka sekarang sedang dibawa ke rumah sakit.”
Jantung Pak Rafa seakan berhenti sesaat.
Tanpa banyak bicara, ia segera bergegas menuju rumah sakit.
Bersambung ke bagian 3
Belum ada komentar yang disetujui untuk cerpen ini.